HAKIM CIUM TANGAN TERDAKWA, Kisah Inspirasi Untuk Rental Mobil Pontianak

HAKIM CIUM TANGAN TERDAKWA, Kisah Inspirasi Untuk Rental Mobil Pontianak

HAKIM CIUM TANGAN TERDAKWA, Kisah Inspirasi Untuk Rental Mobil PontianakKisah ini menggambarkan betapa nilai pendidikan moral sudah semakin hari semakin tipis. Sudah

banyak cerita dari bangsa ini bahwa ada guru dipidanakan dan dijadikan tersangka hanya karena mendidik sedikit lebih keras agar menjadi anak bangsa yang tangguh, bermoral dan beretika dan selalu santun kepada yang lebih tua. Namun yang terjadi malah sebaliknya. Semoga kita semua terutama para orang tua dapat memahaminya bahwa apa yang diajarkan oleh para guru semata-mata untuk pendidikan mental anak muridnya. Jika ada guru yang melenceng itu tidaklah semua. Itu hanya oknum yang tidak bertanggung jawab. Yang namanya oknum pasti selalu ada di setiap lini dan bidang kehidupan. Baik itu itu di dunia pemerintahan ataupun di dunia swasta. Yang namanya oknum pasti ada.

HAKIM CIUM TANGAN TERDAKWA, Kisah Inspirasi Untuk Rental Mobil Pontianak

HAKIM CIUM TANGAN TERDAKWA, Kisah Inspirasi Untuk Rental Mobil Pontianak, Sumber: merdekasiana.com

Kisah berikut ini sangat mengispirasi bagi rental mobil Pontianak untuk selalu ingat atas jasa para guru yang telah mendidiknya sampai saat ini. Terima Kasih Para Guru Kami, Semoga Jasa Engkau semua dibalas dengan pahala yang sangat besar oleh Tuhan Yang Maha Esa.

Kisah yang rental mobil Pontianak bagikan kali ini berjudul “HAKIM CIUM TANGAN TERDAKWA (Sebuah Pelajaran Berharga untuk orang tua / walil murid)”. Hakim itu mengejutkan semua orang di ruang sidang. Beliau membebaskan terdakwa kemudian meninggalkan tempat duduknya lalu turun untuk mencium tangan terdakwa.

Terdakwa yang seorang guru SD itu juga terkejut dengan tindakan hakim. Namun sebelum berlarut-larut keterkejutan itu, sang hakim mengatakan, “Inilah balasan yang harus kulakukan sebagai rasa terima kasihku kepadamu, Guru.”

READ  HAKIKAT SHIRATHAL MUSTAQIM, WISATA HATI RENTAL MOBIL PONTIANAK

Rupanya, terdakwa itu adalah gurunya sewaktu SD dan hingga kini ia masih mengajar SD. Ia menjadi terdakwa setelah dilaporkan oleh salah seorang wali murid, gara-gara ia memukul salah seorang siswanya. Ia tak lagi mengenali muridnya itu, namun sang hakim tahu persis bahwa pria tua yang duduk di kursi pesakitan itu adalah gurunya.

HAKIM CIUM TANGAN TERDAKWA, Kisah Inspirasi Untuk Rental Mobil Pontianak

Hakim yang dulu menjadi murid dari guru tsb mengerti benar, pukulan dr guru itu bukanlah kekerasan. Pukulan itu tidak menyebabkan sakit dan tidak melukai. “Hanya sebuah pukulan ringan untuk membuat murid-murid mengerti akhlak dan menjadi lebih disiplin”. Pukulan seperti itulah yang mengantarnya menjadi hakim seperti sekarang.

Dulu, saat kita “nakal” atau tidak disiplin, guru biasa menghukum kita. Bahkan mungkin pernah “memukul” kita. Saat kita mengadu kepada orangtua, mereka lalu menasehati agar kita berubah. Hampir tidak ada orangtua yang menyalahkan guru karena mereka percaya, itu adalah bagian dari proses pendidikan yang harus kita jalani. Buahnya, kita menjadi mengerti sopan santun, memahami adab, menjadi lebih disiplin. Kita tumbuh menjadi pribadi-pribadi yang hormat kepada guru dan orangtua.

Lalu saat kita menjadi orangtua di zaman sekarang… tak sedikit berita orangtua melaporkan guru karena telah mencubit atau menghukum anaknya di sekolah. Hingga menjadi sebuah fenomena, seperti dirilis di Kabar Sumatera, guru-guru terkesan membiarkan siswanya. Fungsi mereka tinggal mengajar saja; menyampaikan pelajaran, selesai. Bukan mendidik…… Fungsi pendidikan sudah hilang krn tdk adanya kerjasama antara guru, orang tua dan masyarakat.

Jangan salahkan guru jika murid sekarang kurang mengerti ahlak dan hasil pendidikanya tidak seperti yg diharapkan orang tua.
Bukannya tidak mau mendidik muridnya lebih baik, mereka takut dilaporkan oleh walimurid seperti yang dialami teman-temannya.

READ  MUZAMMIL HASBALLAH, SOSOK INSPIRATIF RENTAL MOBIL PONTIANAK

Sudah beberapa guru di Sumatera Selatan dilaporkan wali murid hingga harus berurusan dengan polisi*.
Di bantaeng guru disel….di jawa tengah guru sd mencubit siswanya dipidanakan…semuanya atas nama HAM…undang2 perlindungan Anak….tapi ketika moralitas hancur akhlak generasi bobrok pernahkan HAM dan dedengkotnya membuat aksi nyata menuntut perbaikan moral & akhlak anak bangsa ???.*
Semoga tulisan ini, bagi kita para orangtua atau walimurid, bisa membangun hubungan yang lebih baik dengan guru. Kita bersinergi untuk menyiapkan sebuah generasi masa depan. Bukan hubungan atas dasar transaksi yang rentan lapor-melaporkan.

Demikian sharing kali ini dari rental mobil Pontianak yang berjudul HAKIM CIUM TANGAN TERDAKWA, Kisah Inspirasi Untuk Rental Mobil Pontianak

Sebagian informasi bersumber: merdekasiana.com

Content Protection by DMCA.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

×
eSQiu Can We Help You?