rental mobil pontianak,rental mobil pontianak murah,rental mobil pontianak lepas kunci,rental mobil pontianak kalimantan barat,rental mobil pontianak kota pontianak kalimantan barat,rental mobil pontianak provinsi kalimantan barat,rental mobil pontianak singkawang,rental mobil ptk,mobil rental pontianak,sewa mobil di pontianak lepas kunci,rental mobil pontianak rasau jaya,sewa mobil pontianak,sewa mobil di pontianak lepas kunci,penyewaan mobil di pontianak,ojek pic uk pontianak,sewa pick up di pontianak,tempat penyewaan mobil di pontianak,rental mobil kubu raya,rental mobil kubu raya kalimantan barat,sewa mobil kubu raya,sewa mobil di kubu raya,rental mobil kuburaya,sewa mobil kuburaya,wisata kota pontianak,wisata kuliner pontianak,oleh-oleh pontianak,oleh-oleh khas pontianak

WISATA HATI RENTAL MOBIL PONTIANAK DAN KUBU RAYA


Tengku Mulia Dilaga Turiman Fachturahman Nur, SH, M.HUM

WISATA HATI RENTAL MOBIL PONTIANAK

WISATA HATI RENTAL MOBIL PONTIANAK DAN KUBU RAYA. MEMAHAMI MUSTAQIIM, ATAU JALAN YANG LURUS YANG DIMINTA UMAT MUSLIM 17 KALI DIBACA SEHARI SEMALAM YANG SESUNGGUHNYA DOA, LALU APAKAH JALAN YANG LURUS ITU HAKEKATNYA, berikut ini sekedar urun rembug dgn mengucapkan Assalamu’alaikum warokhmatullahi wabarokaatuuh. Walau tidak seluruhnya, nama-nama atau judul-judul surat di dalam Al Qur’an itu seperti tidak mewakili isi surat yang terkandung di dalamnya. Judul-judul surat banyak yang seakan-akan bersifat independen dan seperti mempunyai pengertian atau arti yang tersendiri, yang nantinya akan berkaitan sesuai dengan permasalahan yang sedang dibahas, judul surat jadi bersifat kontekstual sesuai dengan topik. Contoh bahwa judul surat seakan tidak berkaitan atau bahkan tidak mewakili isi surat, dapat dilihat pada :
• surat ke 2 Al Baaqarah yang terdiri dari 286 ayat, ayat-ayat yang berkaitan dengan Al Baaqarah atau sapi betina hanya 5 ayat, yaitu ayat 67 sampai dengan ayat 71. Seperti tidak ada artinya, apabila 5 ayat dibandingkan dengan 286 ayat sebagai jumlah keseluruhan ayat dari surat ke 2 Al Baaqarah.

• Pada surat ke 16 An Nahl sebanyak 128 ayat, hanya ada dua ayat saja yang berbicara tentang An Nahl atau binatang lebah yaitu ayat ke 68 dan ayat ke 69. Suatu perbandingan yang cukup jauh kalau untuk dikatakan bahwa judul surat mewakili isi surat.

• Apa lagi pada surat-surat ke 20 Thaahaa, surat ke 36 Yaasiin, surat ke 38 Shaad dan surat ke 50 Qaaf. Pada surat-surat ini hanya ada satu ayat saja yang berkaitan dengan judulnya, masing-masing pada ayat pertama. Sedangkan judul-judul surat itupun sudah termasuk ke dalam kategori ayat-ayat yang mutasyaabihat, yang memerlukan penafsiran tersendiri.

Bagaimana kita akan menarik kesimpulan dari surat-surat seperti ini kalau secara judul pun sudah bersifat mutasyabihat atau tidak memberikan pengertian yang jelas, karena memang sepertinya judul surat di Al Qur’an tidak selalu mewakili isi dari sebuah surat.
Berbeda dengan suatu makalah misalnya, kalau makalah itu berjudul GAJAH, maka dari judulnya saja paling tidak kita akan tahu bahwa 50% atau 60% makalah itu akan berbicara tentang segala sesuatu yang berhubungan atau berkaitan dengan kehidupan gajah. Tapi sepertinya tidak selalu demikian dengan judul-judul surat pada Al Quran.

Apakah memang benar bahwa Al Qur’an sebagai petunjuk ke arah jalan yang lurus atau MUSTAQIIM ?

Subhanallah…… “STRUKTUR & ANGKA” yang menjadi bagian Al Qur’an, menjawab :

17 kali, sebagaimana banyaknya jumlah rakaat pada shalat fardhu dalam sehari semalam, sebanyak itu juga surat Al Faatihah dibaca dan sebanyak itu pula dalam sehari semalam kita memohon kepada Allah ditunjukan kepada jalan yang lurus, jalan yang mustaqiim. Hal itu terlihat jelas pada ayat ke 5 pada surat pertama Al Faatihah, yang berhadapan dengan ayat ke 2 dari surat Al Baaqarah.

Ihdinash shiraathal mustaqiim
Tunjukan kami yalan yang lurus

Dan ayat ke 2 surat Al Baaqarah menjawabnya dengan mengatakan;

Dzaalikal kitaabu laa raiba fiihi hudal lil muttaqiin
Inilah kitab (Al Quran) yang tiada ada keraguan di dalamnya, petunjuk bagi orang yang bertaqwa.”

Jadi jalan yang lurus yang kita mohon kepada Allah untuk ditunjukkan, dijawab secara langsung oleh ayat ke 2 surat Al Baqaarah, bahwa Al Qur’an-lah sebenarnya petunjuk jalan yang lurus. Tetapi apakah memang benar bahwa Al Qur’an sebagai petunjuk ke arah jalan yang lurus atau mustaqiim?
Pada uraian secara angka (numerik), kata MUSTAQIIM akan lebih jelas lagi terlihat maksudnya melalui uraian seperti di bawah ini.

Kata MUSTAQIIM terdiri dari rangkaian huruf MIIM, SIIN, TAA, QAAF, YAA dan MIIM.
Kalau huruf-huruf yang terangkai dan membentuk kata MUSTAQIIM ini digantikan dengan angka-angka sesuai dengan urutan abjad Hijaiyah, maka huruf-huruf itu akan menjadi angka Miim=24, Siin=12, Taa=3, Qaaf=21, Yaa=30 dan Miim=24 yang jumlah seluruhnya = 24+12+3+21+30+24= 114.

READ  Rental Mobil Pontianak Di Jalan Gajahmada Kota Pontianak, Kalimantan Barat

Angka 114 disini mengingatkan kita pada :
1. Jumlah seluruh surat di dalam Al Quran, jadi jumlah angka ini (114) bisa menjadi representasi dari Al Quran.
2. Jumlah angka ini (114) merujuk pada nomor surat ke 114 dari Al Quran dan berjudul An Naas, yang berarti MANUSIA.
Ternyata ada keterikatan yang sangat kuat sekali di sini antara Al Quran (114 surat) dengan manusia (surat ke 114), karena memang salah satu fungsi dari Al Quran mengapa ia diturunkan, adalah merupakan petunjuk bagi jalan keselamatan manusia, disamping yang lebih besar lagi seperti yang dikatakan di dalam QS. 21 Al Anbiyaa’ ayat 107 adalah sebagai;

“rahmatan lil ‘aalamiin”
(rahmat Allah bagi seluruh Alam Semesta).

Jadi sangat jelas sekali sesungguhnya apa yang kita mohon pada ayat ke 5 surat Al Faatihah tentang jalan yang benar atau jalan yang lurus itu, jawabannya adalah Al Quran (114) dan yang memang diperuntukan bagi manusia (surat ke 114 An Naas). Bahwa yang dimaksud dengan MUSTAQIIM sebagai jalan yang benar atau jalan yang lurus itu adalah Al Qur’an, hal itu juga diperkuat oleh ayat ke 2 dari QS. 2 Al Baaqarah yang juga berbicara tentang kitab (Al Quran) yang tidak ada keraguan di dalamnya, petunjuk bagi orang-orang yang bertaqwa.

Apa bila angka-angka yang berasal dari urutan huruf-huruf yang membentuk kata MUSTAQIIM (24 – 12 – 3 – 21 – 30 – 24) itu dihubungkan dengan angka-angka dari nomor surat, maka kata MUSTAQIIM akan terdiri dari surat-surat ke;

24. An Nuur = Cahaya
12. Yuusuf = Nabi Yuusuf
3. Ali Imraan = Keluarga Imraan
21. Al Anbiyaa’ = Nabi-nabi
30. Ar Ruum = Bangsa Ruum
24. An Nuur = Cahaya

Dilihat dari susunannya setelah menjadi kumpulan surat-surat, kata MUSTAQIIM juga akan berbicara dengan sendirinya, berbicara berdasarkan uraian dari judul surat yang tersusun dalam kata MUSTAQIIM.

Uraian dari surat-surat yang berkaitan dengan kata MUSTAQIIM
QS. 24 An Nuur, yang berarti cahaya
Dari uraian di atas yang berkaitan dengan kata mustaqiim, yang dimaksud dengan jalan yang lurus atau jalan yang benar, adalah jalan yang pada kedua bagian tepinya masing-masing ada cahaya (surat ke 24 An Nuur), karena kata mustaqiim di awali dan di akhiri oleh huruf ke 24. Kita bisa mempersamakan jalan yang seperti ini dengan landas pacu, tempat di mana pesawat melakukan take-off atau landing di bandar udara.
Apalagi di malam hari kedua tepi landasan itu disinari oleh lampu yang berderet sehingga memudahkan sang pilot mengarahkan pesawatnya untuk take-off atau landing. Hal seperti itu juga terjadi di jalan raya, disepanjang jalan di kedua tepinya ada rambu-rambu yang jelas, demikian juga pada malam hari, rambu-rambu itu akan memantulkan sinar karena tertimpa sorot lampu dari kendaraan yang dikemudikan sang sopir. Jalan raya itu boleh saja bentuknya berkelok-kelok atau bercabang, tetapi kalau rambu-rambunya jelas maka orang tidak akan tersesat dibuatnya. Kecelakaan atau menjadi tersesat, adalah ketika rambu-rambu sudah tidak ditaati lagi oleh manusia sebagai sang pemandu, keluar dari koridor yang telah ditentukan.

QS. 12 Yuusuf, mewakili pengertian manusia sebagai pribadi
Jalan yang lurus, jalan yang benar atau jalan yang MUSTAQIIM adalah jalan yang penuh cahaya, jalan bagi semua manusia, baik itu manusia sebagai pribadi (di sini surat ke 12 Yuusuf dipersamakan mewakili manusia secara pribadi, karena kata Yuusuf disini mewakili nama seseorang, sebagai seorang nabi, Yuusuf as. juga menjalankan perintah Tuhannya sendirian). Secara pribadi dia bertanggung jawab kepada Tuhannya atas apa yang diamanatkan Allah kepadanya dan juga atas apa yang telah dilakukannya.

QS. 3 Ali ‘Imraan, mewakili pengertian keluarga
Surat ke 3 Ali ‘Imraan yang berarti keluarga ‘Imraan. Keluarga adalah komunitas terkecil dari kumpulan manusia, yang terdiri dari pribadi-pribadi. Pada dasarnya setiap pribadi mempunyai tanggung-jawab untuk mengajak setiap manusia lain kepada kebaikan, hal itu dapat dilakukan pertama pada lingkungan terkecilnya yaitu keluarga. Bukankah Al Qur’an mengajarkan kita untuk menjaga diri kita dan keluarga kita dari ancaman api neraka, seperti yang di sampaikan pada QS. 66 At Tahriim ayat 6?

READ  Rental Mobil Pontianak eSQiu Rent Car

Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, yang keras, yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.

Setelah mengajak keluarga kepada kebaikan, di jalan yang MUSTAQIIM dan diridhoi Allah, langkah berikutnya dapat dilakukan pada masyarakat yang lebih luas. Keluarga ‘Imraan yang menjadi contoh di sini, karena keluarga itu adalah salah satu keluarga yang mendapat penghargaan dari Allah. Bentuk nyata tentang penghargaan Allah kepadanya adalah menjadikan namanya di abadikan sebagai salah satu judul surat dari Al Quran, pada hal Imran manusia biasa dan bukan seorang nabi atau rasul. Hanya karena keimanannya jualah dia diangkat derajatnya oleh Allah.
Lihatlah pada QS.3 Ali Imraan ayat 33 ;

“Sesungguhnya Allah telah memilih Adam, Nuuh, keluarga Ibrahiim dan keluarga ‘Imraan melebihi segala umat (di masa mereka masing-masing)”

Di dalam keluarga sudah pasti ada yang bertanggung jawab sebagai pimpinanan, yang akan mengarahkan keluarga itu kepada kehidupan yang lebih baik secara ekonomi, sosial, pendidikan, mental dan spiritual yang disebut sebagai kepala keluarga, dan biasanya dipegang oleh seorang bapak.
Terkadang ada juga seorang ibu memainkan peran pimpinan ini dikarenakan sang suami tidak ada, baik itu karena kematian sang suami maupun karena perceraian, atau karena sang suami sedang bertugas di tempat lain yang sangat jauh dan lama sekali baru dapat pulang.
Di dalam ruang lingkup yang lebih luas lagi yaitu masyarakat, ada orang-orang pilihan yang biasanya ditokohkan untuk menjadi pemimpin di masyarakatnya, dalam rangka menjalankan organisasi kemasyarakatan seperti lurah, camat, gubernur atau bahkan seorang kepala negara, yang memimpin organisasi kemasyarakatan yang sangat luas berbentuk sebuah negara. Bentuk organisasi yang lebih kecil ada juga seperti pada perusahaan, dengan pimpinan perusahaannya. Orang-orang yang di tokohkan atau para pemimpin ini juga adalah para pemegang amanah, amanah dari orang-orang yang dipimpinnya, orang-orang yang mempercayakan kepemimpinan kepada mereka, disamping amanah dari Allah seperti yang diterangkan di dalam Al Qur’an, sebagai khalifah di muka bumi yang berlaku bagi semua manusia.

QS. 21 Al Anbiyaa’, mewakili pengertian pemimpin
Pemimpin diwakili oleh surat ke 21 Al Anbiyaa’ yang artinya Nabi-nabi, karena para nabi adalah pemimpin dari umatnya. Para Nabi adalah manusia-manusia pilihan, pada masa menjalankan kepemimpinannya sudah pasti dijalankan dengan benar, sesuai dengan apa yang telah diamanatkan Allah kepadanya. Mereka lebih mementingkan kebutuhan umat dari pada dirinya sendiri dalam rangka syi’ar yang harus dijalankannya. Mereka harus memberikan contoh keteladanan yang baik kepada umat, mereka juga haruslah mempunyai kecerdasan untuk mampu memimpin umat atau bangsanya kepada kemajuan, baik kemajuan secara mental, spiritual maupun kemajuan secara pisik pembangunan ekonomi bangsa dan negaranya. Kesemuanya berlandaskan kepada jalan MUSTAQIIM (Al Qur’an), jalan KEBENARAN yang datang dari Sang Khaliq.

QS. 30 Ar Ruum, mewakili pengertian bangsa
Bangsa adalah kumpulan manusia yang terdiri dari pribadi, keluarga, kelompok etnis atau suku bangsa yang berada pada suatu batasan teritorial tertentu. Bangsa di sini diwakili oleh surat ke 30 Ar Ruum yang artinya bangsa Rumawi. Kehidupan berbangsa diatur oleh suatu hukum atau undang-undang yang dibentuk dan disepakati bersama oleh seluruh rakyat dan dipimpin oleh seorang kepala negara bersama pimpinan bangsa lainnya dibawah kepala negara. Bukan hukum atau undang-undang yang keras yang akan membawa bangsa pada suatu tujuan bersama yang dicita-citakan dan diidam-idamkan, yaitu suatu negara yang tertib, rukun, damai dan sejahtera. Negara yang maju dimana rakyatnya dapat berdiri sejajar dengan bangsa–bangsa lainnya di dunia, negara yang mampu menjamin kesejahteraan rakyatnya baik secara ekonomi, hukum, pendidikan maupun teknologi dan lain-lain.
Kesemua itu akan dapat dicapai apabila setiap manusia yang ada di dalamnya, baik itu pemimpin maupun rakyat biasa sadar akan posisi dan peran yang harus dimainkan dan ditanggungnya di dalam kehidupan bernegara dan bermasyarakat, di dalam rangka mencapai tujuan bersama. Kesadaran akan posisi dan peran dari setiap individu manusia ini, sesuai dengan apa yang ditetapkan oleh Al Qur’an bahwa manusia adalah Khalifah di muka bumi.
Secara bahasa, khalifah berarti pemimpin atau wakil Allah. Pemimipin di sini bukan berarti harus memimpin orang lain saja, tetapi yang lebih penting lagi adalah bahwa setiap manusia harus dapat memimpin dirinya sendiri ke jalan yang benar di dalam kehidupan di dunia ini, berjalan sesuai dengan apa yang telah digariskan Allah di dalam Al Qur’an, karena setiap manusia juga adalah wakil Allah. Setiap tindakan dan apa saja yang dikerjakannya harus sesuai dengan kebijakan dari yang diwakilinya yaitu Allah. Dengan demikian Insya Allah kedepan kita tidak akan mendapatkan penyakit masyarakat yang selama ini dikenal sebagai korupsi, kolusi dan nepotisme disamping penyakit-penyakit masyarakat lainnya seperti judi atau prostitusi dan lain-lainnya lagi.

READ  Asyiknya Liburan di Paradis-Q Bersama Rental Mobil Pontianak Dan Rental Mobil Kubu Raya

Itulah MUSTAQIIM jalan yang benar, jalan yang lurus atau koridor Al Qur’an, jalan terang yang bercahaya yang tidak akan menyesatkan siapapun manusia yang berada di dalamnya seperti yang diterangkan pada QS. 6 Al An’aam ayat 126;
“Dan inilah jalan Tuhanmu, jalan yang lurus. Sesungguhnya Kami telah menjelaskan ayat-ayat (Kami) kepada orang-orang yang mengambil pelajaran.”

Atau yang juga terdapat pada QS. 6 Al An’aam ayat 153;
“Dan bahwa (yang Kami perintahkan) ini adalah jalan-Ku yang lurus, maka ikutilah dia dan janganlah kamu ikuti jalan-jalan (yang lain), karena jalan-jalan itu mencerai-beraikan kamu dari jalan-Nya. Yang demikian itu diperintahkan Allah kepadamu agar kamu bertaqwa.”

Demikianlah MUSTAQIIM yang mempunyai nilai 114, sama dengan jumlah surat pada Al Qur’an, diawali oleh surat ke 24 An Nuur yang berarti cahaya dan di akhiri juga oleh surat ke 24 An Nuur yang juga berarti cahaya pula, dimana manusia yang mengikuti petunjuknya baik secara pribadi, keluarga, pemiimpin dan bangsa berada ditengah-tengahnya, berada di antara cahaya pada kedua sisinya, berada di koridor yang benar dituntun oleh cahaya Illahi.

QS. 24 An Nuur ayat 35 “Allah (Pemberi) cahaya (kepada) langit dan bumi. Perumpamaan cahaya Allah adalah seperti sebuah lubang yang tak tembus, yang di dalamnya ada pelita besar. Pelita ada di dalam kaca, (dan) kaca itu seakan-akan bintang (yang bercahaya) seperti mutiara, yang di nyalakan dengan minyak yang banyak berkahnya, yaitu pohon zaitun yang tumbuh tidak di sebelah timur (sesuatu) dan tidak pula di sebelah baratnya, yang minyaknya (saja) hampir-hampir menerangi, walaupun tidak di sentuh api. Cahaya di atas cahaya (berlapis-lapis). Allah membimbing kepada cahaya-Nya siapa yang Dia kehendaki, dan Allah membuat perumpamaan-perumpamaan bagi manusia, dan Allah Maha Mengetahui segala-segalanya.”

Kata Mustaqiim yang kita minta, sudah diberikan Allah berupa Al Qur’an sebagai petunjuk jalan yang lurus bagi pemimpin (khalifah) bagi pribadi, keluarga dan bangsa……. Allahu Akbar.

Allah benar benar Maha Pengasih dan Maha Penyayang, sedemikian Kasih SayangNya telah memberi petunjuk untuk manusia, agar selamat dunia dan akhirat. Mudah-mudahan bermanfa’at. WISATA HATI RENTAL MOBIL PONTIANAK DAN KUBU RAYA.

Sumber: Tengku Mulia Dilaga Turiman Fachturahman Nur, SH, M.Hum

 

Silahkan Tinggalkan Pesan atau Komentar Anda Agar Rental Mobil Pontianak Bisa Langsung Proses Pesan Anda

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Arsip Rental Mobil Pontianak eSQiu

Kalender Kerja Rental Mobil Pontianak eSQiu

August 2017
M T W T F S S
« Jul    
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

Rental Mobil Pontianak eSQiu Sosial Media Share

Follow My Social Media Of eSQiu Rental Mobil Pontianak

Statistik Kunjungan Pada Website Rental Mobil Pontianak eSQiu

  • 19,159 Kunjungan Di Website Rental Mobil Pontianak eSQiu

Translate

Rental Mobil Pontianak

esqiu penyewaan mobil di pontianak (15) esqiu rental mobil pontianak (15) esqiu rental mobil pontianak kalimantan barat (15) esqiu rental mobil pontianak kota pontianak (15) esqiu rental mobil pontianak kubu raya kalimantan barat (15) esqiu rental mobil pontianak lepas kunci (15) esqiu rental mobil pontianak murah (15) esqiu rental mobil pontianak provinsi kalimantan barat (15) esqiu rental mobil pontianak west kalimantan (15) esqiu rental mobil ptk (15) esqiu sewa mobil pontianak (15) esqiu sewa mobil pontianak singkawang (15) esqiu tempat sewa mobil di pontianak (15) Penyewaan Mobil Di Pontianak (43) rental mobil kalbar (17) rental mobil kuburaya (46) Rental Mobil Kubu Raya (30) rental mobil kubu raya kalimantan barat (22) rental mobil pontianak (61) Rental Mobil Pontianak Kalbar (21) rental mobil pontianak kalimantan barat (53) rental mobil pontianak kota pontianak (22) rental mobil pontianak kubu raya kalimantan barat (18) rental mobil pontianak lepas kunci (56) rental mobil pontianak murah (56) rental mobil pontianak provinsi kalimantan barat (48) Rental Mobil Pontianak Sambas (17) Rental Mobil Pontianak Sanggau (16) Rental Mobil Pontianak Sekadau (16) Rental mobil pontianak singkawang (35) Rental Mobil Pontianak Sintang (16) rental mobil pontianak west kalimantan (16) rental mobil ptk. (49) rental mobil putussibau (18) rental mobil rasau jaya (15) rental mobil singkawang (18) Rental pick up Pontianak (17) sewa mobil pontianak (52) Sewa Mobil Pontianak Singkawang (17) sewa pick up di pontianak (25) tempat penyewaan mobil di pontianak (25) tempat sewa mobil di pontianak (16) wisata kota pontianak (18) wisata kuliner pontianak (25) wisata pontianak (17)